THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES ?
Tampilkan postingan dengan label Pelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pelajaran. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Agustus 2011

Software Gratis: Bikin Anime Karaktermu!


Pernah gak dari dulu kepengen punya karakter anime sendiri?

Nah sekarang kamu bisa bikin karakter anime kamu sendiri dengan software Anime Character buatan K.Hmix!


Klik disini untuk download software-nya secara gratis!

Meskipun software bahasa Jepang, jangan takut. Cara pakenya gampang kok. Ini karakter yang saya buat...

Gaya Menggambar Manga

Ligne claire, dari bahasa Perancis, secara harafiah berarti garis terang, adalah gaya menggambar komik yang dipelopori oleh Hergé (pengarang Tintin). Nama ini pertama kali dipakai oleh Joost Swarte pada 1977.Gaya menggambar ini memakai garis-garis yang jelas, warna yang jelas, dan kombinasi antara figur-figur bergaya komik di sebuah latar belakang realistik. Penggunaan bayangan sangat minim dan semua unsur dalam sebuah panel dibatasi dengan sebuah garis hitam yang jelas.

contoh komik




Sebenarnya pada mulanya gaya menggambar Hergé lebih lepas dan kasar yang terlihat dipengaruhi gaya komik Amerika pada akhir dasawarsa 1920-an dan 1930-an. Namun setelah Perang Dunia II, gaya berubah menjadi ligne claire.

Banyak seniman dari "aliran Brusel" menggunakan gaya ini, terutama Edgar P. Jacobs, Bob DeMoor dan Jacques Martin. Banyak dari mereka juga bekerja untuk Majalah Tintin.

Gaya Ligne claire terutama menjadi sangat populer pada tahun 1950-an, tetapi pengaruhnya menghilang pada tahun 1960-an. Kala itu gaya ini dianggap kuno oleh para seniman muda.

Tetapi pada penghujung dasawarsa 1970-an, ada renaisans gaya ini kembali, terutama karena ketertarikan seniman-seniman Belanda seperti Joost Swarte dan Theo van den Boogaard, dan berasal dari kalangan komik underground dan juga seniman Perancis, Jacques Tardi.

Penggunaan kontemporer ligne claire seringkali ironis. Misalkan, Van den Boogaard menggunakan gaya yang sederhana untuk menciptakan suasana konflik terhadap sifat amoral karakter-karakternya. Sementara Tardi menggunakannya pada serinya; Adèle Blanc-sec untuk menciptakan suasana nostalgis yang terpotong secara keras oleh alur cerita.
[sunting] Beberapa contoh seri yang menggunakan gaya ligne claire

* Tintin
* Alix
* Blake and Mortimer
* Yoko Tsuno
* Franka

Kamis, 04 Agustus 2011

Perbedaan "san", "sama", "kun" dan "chan"?

Setelah memperhatikan beberapa anime dengan baik dan benar, dalam rangka mempelajari bahasa Jepang, ada beberapa pemakaian kata panggilan yang cukup membingungkan.
Karena pada AWAL-nya, sebelum tau referensi yang pasti, cuma nonton filem dan menyimpulkan sendiri, hasilnya gini :
  • Kun digunakan untuk laki-laki
  • San digunakan untuk laki-laki dan perempuan (umum)
  • Chan digunakan untuk anak-anak
  • Sama digunakan untuk yang lebih tua
Jadi begitulah awalnya, tapi ternyata enggak segampang itu karena ada juga panggilan -kun untuk perempuan, dan kadang anak-anak dipanggil dengan san dan lainnya.

Setelah membaca referensi di sumber 1 dan sumber 2 saya akhirnya cukup ngerti budaya dan penggunaannya.

Jadi, di Jepang ada yang namanya panggilan kehormatan. Kalau di Dunia Barat, ada panggilan Mr, Miss dan Mrs. Sedangkan kalo di Indonesia ada panggilan, Bapak, Pak, Ibuk, Buk, Nak, dan lainnya. Tidak seperti di Negara barat yang memanggil dengan nama depan tanpa embel-embel dianggap sebagai suatu kedekatan/keakraban, di Jepang dan Indonesia memanggil hanya dengan nama (kalo untuk sebaya di Indonesia si masi gapapa ya..) dianggap sebagai suatu penghinaan. Bahkan pemakain honorific menunjukkan hubungan antar pembicara.

Ada 4 panggilan yang lazim digunakan di Jepang yaitu :
  1. San
  2. Kun
  3. Chan
  4. Sama
Tapi ada juga beberapa tambahan panggilan dalam kondisi khusus:
  1. Senpai/Kohai
  2. Sensei
  3. Shi
Nahh, ayo kita bahas satu per satu
  • San : Merupakan panggilan yang paling umum. Digunakan ketika menyapa seseorang, dan bukan anggota keluaga. San mirip dengan is similar to "Mr", "Ms", "Mrs", di negara Barat. Sebagai tambahan, kata "San" ditulis dalam hiragana.

    San juga bisa digunakan untuk profesi seseorang, seperti penjaga toko buku disebut honya-san (honya = toko buku), atau tukang daging disebut nikuya-san (nikuya="toko daging") dan lainnya.

    Bahkan juga bisa digunakan kepada hewan atau juga benda tak bergerak. Hanya saja hal ini dilakukan oleh bahasa anak-anak, karena ya memang terlalu kekanak-kanakan seperti penyebutan usagi-san yang secara bebas diartikan sebagai tuan kelinci.

    Dalam logat yang berbeda seperti di kyoto, kadang san juga diucapkan sebagai "Han".

  • Kun :merupakan sapaan informal dan biasa digunakan pada pria. Umumnya digunakan oleh atasan kepada bawahan, sesama laki-laki, atau memanggil anak laki-laki. Dalam bisnis, kun juga digunakan untuk menyapa wanita.

    Guru/Pengajar biasanya memanggil siswa laki-laki dengan sebutan kun, sedangkan untuk siswa perempuan ditambahkan kata san atau chan.
  • Chan : merupakan bentuk "san" yang dialamatkan pada anggota keluarga atau anak-anak. Perubahan penyebutan ini seperti bahasa bayi, dari penggunaan S menjadi C. (yaa kayak bahasa alay anak jaman sekarang lah, cuma perubahan ini umum, gak kayak bahasa alay yang non-standar bahasa nasional).

    Chan juga bisa digunakan oleh orang dewasa jika ingin bersikap kekanak-kanakan pada lawan bicara atau me-referpada seseorang yang cute menurut si pembicara.

    Chan jarang digunakan untuk anak laki-laki, tapi kadang juga digunakan ketikan namanya tidak cocok dengna akhiran kun, seperti Tetsuya akan dipanggil Tetchan daripada Tekkun. Juga Shinosuke atau Shinichi dipanggil dengan Shin-can dan bukan Shin-kun. Penggunaan chan biasanya dilakukan dengan penyingkatan nama depan/nama kecil yang bersangkutan. Jadi penggunaannya bukan Shinosuke-chan/Shinichi-chan. Jika menggunakan nama kecil yang lengkap maka akan dipanggil dengan akhiran kun. Kasus ini bisa ditemukan di komik Doraemon yaitu Nobita kadang dipanggil dengan Nobi-chan atau Nobita-kun.

    Seperti san, juga dapat digunakan pada hewan dan lain-lain, jadi kalo sebelumnya kita kenal usagi-san, maka kita juga kenal usagi-chan yang memiliki arti yang sama.

    Non-standard variations dari chan adalah chin (ちん), and tan (たん).
  • Sama : merupakan versi formal dari san. Sapaan ini digunakan untuk orang yang memiliki status/kelas yang tinggi (biasanya dalam urusan bisnis). Sama juga digunakan ketika menuliskan nama seseorang di surat pos/kiriman atau sejenisnya.

    Ada beberapa keunikan dari sama, kadang kata sama juga dipakai pada nama seorang laki-laki yang dianggap tampan oleh pemuja nya. Seperti aktor jepang, oleh penggemarnya akan diberikan panggilan sama.
Oke..itu dia beberapa panggilan yang umum dalam bahasa Jepang. Ada beberapa panggilan lain seperti :
  • Senpai : untuk panggilan junior pada senior nya
  • Sensei : Panggilan siswa kepada guru atau panggilan kepada figur yang berpengaruh
  • Shi : digunakan sebagai panggilan resmi dalam pidato atau suatu publikasi
  • Occupation related title : Digunakan pada akhiran nama seseorang menyangkut profesinya. Seperti Suzuki-Tōryō(Tōryō = "Master Carpenter") akan digunakan dan bukan Suzuki-san.
  • Honorific Job title : digunakan dengan memberikan profesi kepada namanya. sumber :

The name of a job may have two versions. For example, "translator" may be hon'yakuka (翻訳家) or hon'yakusha (翻訳者). Job titles ending in ka (家), meaning "expert", usually imply some kind of expertise, thus, by the rules of modesty in Japanese, they are not usually used for oneself. The plain form with sha (者), meaning "person", may be used by the person or in plain text, such as the book title. Use of the ka ending implies respect. Similarly, there are jūdōka (柔道家), or "judo experts" in judo, and manga authors are referred to as mangaka (漫画家) or "manga experts".

In the case of farmers, the old name hyakushō (百姓)(literally "one hundred surnames") is now considered offensive, and farmers are referred to, and refer to themselves as, nōka (農家), or "farming experts".

Honorific job titles such as sensei, which is applied to teachers and doctors, also have plain forms. For example, in plain language, a teacher is a kyōshi (教師) and a doctor is an isha (医者) or ishi (医師). The polite versions are used when addressing or talking about the person, but the plain forms of the jobs are used in other cases.
Jadi itulah sapaan yang ada di Jepang, yang perlu diperhatikan, jangan menggunakan kata akhiran apapun pada nama sendiri kecuali untuk dianggap lebih kecil (hanya khusus -chan). Panggilan akhiran untuk nama sehari-hari menyebabkan kejanggalan tersendiri (dianggap menyombongkan diri) kecuali jika dimaksudkan dalam konteks candaan. Atau ini bisa saja dilakukan yang memang bermaksud menampilkan rasa janggal tersebut.

Senin, 01 Agustus 2011

Pengertian Tsundere, Dandere, Kuudere, dan Yandere

1. TSUNDERE

Contoh Tsundere: Katsura Hinagiku (Hayate no Gotoku!)

Tipe moe yang populer belakangan ini. Tsundere berasal dari ツンツン (tsuntsun: sifat galak, dingin, jutek) dan デレデレ (deredere: sifat manja, manis, rapuh), disingkat “tsundere”. Tsundere adalah tipe cewek jutek dan dingin terhadap orang lain. Susah sekali untuk mendekati tsundere, tapi kalau sabar menghadapinya, dia bisa menjadi baik sekali terhadap dirimu. Sorot matanya tajam dan kalau bicara sedikit kasar, tapi sebenarnya dia baik.


2. DANDERE

Contoh Dandere: Nagato Yuki (Haruhi Suzumiya no Yuutsu

Tipe moe yang masih bisa merebut hati fansnya dengan sikap pendiamnya. Berasal dari kata “danmari” yang berarti “pendiam” dan “deredere”. Sosok Dandere ini memang jarang bicara dan kelihatan berekspresi, tapi dia sangat peka dengan lingkungannya. Sangat susah untuk mendekati seorang Dandere, tapi kalau sudah dekat, kamu bisa merasakan baiknya dia (dan susahnya lepas dari dia).


3. KUUDERE

Contoh Kuudere: Octavia (Tears To Tiara)

Identik dengan tsundere, seorang kuudere biasanya digambarkan sebagai heroine dalam anime atau RPG. Berasal dari kata “cool” yang di-Jepang-kan menjadi “kuu”. Kuudere lebih kaku dibandingkan tsundere, sorot matanya lebih tajam, dan sikapnya lebih dingin atau tanpa emosi. Gaya bicaranya lebih kaku dan formal. Wah, jangan salah, kalau dia sudah masuk “deredere” mode, kalian akan terpana sendiri.


4. YANDERE

Contoh Yandere: Kasumi Aika (Hayate no Gotoku!)

Nah ini tipe moe paling parah. Sekilas terlihat baik dan “deredere”, tapi dia punya jiwa psikopat dalam dirinya yang bisa muncul kapan saja.
Misalnya saat gebetannya diincer orang lain. Harus hati-hati sama yandere.

5 Sifat yang Dicari pada Cewek Anime

1. Jujur pada diri sendiri
Ngapain malu kalau masih tidur dengan boneka? Jadilah dirimu sendiri, jangan pedulikan apa yang orang lain pikirkan. Cewek-cewek sekarang kebanyakan mudah sekali terpengaruh oleh mode sesaat. Mereka seperti menutupi persona mereka yang sebenarnya dan menutupinya dengan berbagai macam persona rekaan. Gimana mau jujur sama orang lain kalo sama diri sendiri aja belum?

2. Terbuka
Cewek anime biasanya lebih terbuka. Mereka bisa tersipu, marah, nangis, dan senang secara alami. Mereka tidak terlalu banyak memendam perasaan mereka; mereka mengekspresikan diri mereka secara alami dan terbuka. Sementara cewek real terkadang susah “membuka” tabirnya; mereka sangat susah menunjukkan perasaan mereka yang sesungguhnya. Bahkan tsundere yang paling tsuntsun sekalipun akan membuka diri apabila dia ingin. Sementara kebanyakan cewek real mengekspresikan diri mereka sebagai pribadi yang harus terpaku pada sebuah sifat yang sebenarnya bukan sifat asli mereka.

3. Murah senyum
Kebanyakan cewek real sekarang sangat susah tersenyum, kecuali ada kamera diarahkan pada mereka. Senyum itu gratis, dan memberikan banyak manfaat pada orang-orang di sekitarmu dan dirimu sendiri. Apalagi senyum polos seorang moe sanggup meluluhkan hati siapapun, kecuali psikopat.

4. Kalau suka sama seseorang, langsung ngomong!
Kalau cewek anime suka sama karakter utama, memang agak lama, tapi cepat atau lambat, cewek itu akan menyatakan perasaannya. Hal ini nampaknya susah berlaku di dunia nyata karena masih ada anggapan kuno kalau cewek nembak duluan rasanya ngga bener. Hal itu sebenarnya agak salah sekarang. Zaman sekarang, siapapun boleh “nembak” duluan, jangan terpaku pada kebiasaan lama.

5. Percaya pada diri sendiri
Meski dihadapkan pada banyak cobaan, cewek anime akan mencoba bertahan sampai akhir sesuai kemampuannya. Lain dengan kenyataan, di mana kebanyakan cewek real justru kooperatif dalam ngerjain ulangan.